Selasa, 27 Januari 2015

 8 CARA MENGUBAH DAN MENGHINDARI POSISI SUNGSANG


Apakah Posisi Sungsang Itu?

Sungsang merupakan posisi dimana pantat bayi terletak di bagian bawah rahim (mendekati leher rahim) sedangkan kepalanya berada di bagian atas rahim. Ketika bayi berada pada posisi sungsang maka proses persalinan pun akan berjalan alot jika dibandingkan dengan proses persalinan dengan posisi dimana bagian kepala bayi berada di bagian bawah rahim dan menghadap ke arah tulang belakang  sang ibu (anterior) atau pun kepala bayi berada di bagian bawah perut sedangkan bagian belakang dan punggungnya menghadap ke arah tulang belakang ibu (posterior).


Siapa sajakah yang Beresiko Melahirkan Bayi Sungsang?

Lebih dari 50% bayi pernah mengalami posisi sungsang dalam kurun 9 bulan kehamilan, dan lebih dari 90% yang berubah menjadi posisi normal pada umur kehamilan cukup bulan (kehamilan > 37 minggu). Pada umur kehamilan 28 minggu, kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang adalah 25%. Angka tersebut akan turun seiring dengan umur kehamilan mendekati 40 minggu. Hal ini dikarenakan sampai kehamilan 28 minggu, janin biasanya masih bebas bergerak sesukanya. Berat badan janin yang masih lebih ringan dibandingkan rahim akan mempermudah pergerakan janin di dalam kandungan, dan ketika usia kehamilan mencapai 34-36 minggu, bayi seharusnya sudah dalam posisi siap untuk dilahirkan.  Adapun dengan bayi yang dari awalnya sudah berada pada posisi normal, sebagian besar akan tetap demikian sampai akhir masa kehamilan, namun ada juga (meskipun jauh lebih sedikit) yang menjadi letak sungsang. Jika bayi berada pada posisi sungsang hingga proses persalinan akan dimulai, maka banyak dokter spesialis kandungan yang menyarankan untuk menjalani proses persalinan menggunakan pembedahan cesar. 

Sekitar 3-4% bayi berada dalam posisi sungsang ketika lahir. Kelahiran sungsang banyak terjadi pada kehamilan kedua, kehamilan prematur dan kehamilan bayi kembar. Jika janin mempunyai air ketuban terlalu sedikit atau terlalu banyak, posisi sungsang juga beresiko terjadi. Jika rahim calon ibu tidak normal atau terjadi pertumbuhan yang tidak normal, maka akan timbul resiko bayi sungsang pula. Wanita yang memiliki masalah plascenta previa (plasenta yang menutupi jalan lahir) juga kemungkinan besar akan melahirkan bayi sungsang.


Bagaimana Cara Menghindari Posisi Sungsang?

Ada beberapa jenis dan penyebab bayi bisa berada pada posisi sungsang. Namun bagi Anda para ibu yang merasa khawatir karena memiliki kemungkinan untuk mengalami kelahiran sungsang janganlah merasa cemas terlalu berlebihan karena perasaan cemas dan berprasangka negatif dapat mempengaruhi kondisi bayi Anda.  Menurut salah satu dokter spesialis kandungan yaitu dr. Riyani, SpOG beberapa cara dibawah ini dapat Anda lakukan untuk mengubah dan menghindari posisi sungsang baik sebelum ataupun sesudah dinyatakan positif oleh dokter kandungan bahwa posisi bayi Anda sungsang.

1. Cara Mengubah dan Menghindari Posisi Sungsang: Mengikuti Senam Hamil

Senam ibu hamil memang sangat bagus dan dapat membantu menghindari posisi sungsang pada bayi. Biasanya berupa melakukan senam hamil di kolam sehingga akan membuat otot perut santai dan memberikan ruang pada bayi untuk bergerak serta mengubah posisinya. 

2. Cara Mengubah dan Menghindari Posisi Sungsang: Sering Melakukan Posisi Sujud

Bagi Ibu hamil yang muslim, hal ini tentunya sudah menjadi kebiasaan karena saat mejalankan sholat, umat muslim yang taat pasti melakukan hal ini, dan disarankan juga saat sujud ini bisa lebih lama, namun juga dengan tetap menjalankan syarat sholat itu sendiri. Dan bagi Ibu Hamil yang Non Muslim, Anda juga bisa melakukan gerakan ini untuk menghindari posisi sungsang agar terjadi perangsangan pemutaran janin, dimana tingkat keberhasilan metode ini bisa mencapai 92% jika dilakukan dengan baik dan teratur. Posisi ini dapat dilakukan sebanyak 5-6 kali sehari dengan durasi waktu 5-10 menit. Posisi ini tidak akan membahayakan ibu hamil, namun ada beberapa ibu hamil yang merasakan sesak dan tidak nyaman jika dilakukan terlalu lama mengingat bayi yang berada di dalam perut sudah berukuran relatif besar. Oleh karena itu, lakukan posisi ini ketika perut dalam keadaan kosong dan bayi sedang bergerak aktif. Jika ibu sudah merasakan sesak napas, sebaiknya hentikan terlebih dahulu posisi sujud ini, tetapi untuk memaksimalkan hasil dari posisi bersujud ini maka harus dilakukan secara teratur.  Gravitasi mendorong kepala bayi ke bagian bawah rahim, melipat, dan bayi kemudian dapat melakukan jungkir balik ke posisi normal.

3. Cara Mengubah dan Menghindari Posisi Sungsang: Melakukan Teknik Pemijatan Lembut

Pemijatan dilakukan untuk memutar posisi bayi yang sungsang hingga ke posisi bayi yang seharusnya, yaitu dengan cara memijat perut dengan kedua tangan searah jarum jam. Tindakan pemijatan ini sebaiknya dilakukan setelah kehamilan berusia 34 minggu untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan terhadap kesehatan ibu dan bayi. Teknik pemijatan dilakukan dengan lembut menggunakan lotion, selama sepuluh menit atau lebih sampai beberapa kali setiap hari.Namun teknik ini tidak boleh dilakukan oleh semua ibu hamil, terdapat beberapa syarat dan kondisi yang harus dipenuhi dalam melakukan teknik pemijatan ini, seperti:
  • ·tali pusat bayi tidak melilit si bayi
  • ·si bayi tidak mengalami hidrosefalus (pembesaran kepala karena berisi cairan)
  • ·kondisi plascenta previa (plasenta yang menutupi jalan lahir) tidak terjadi
  • ·tidak ada kelainan rahim, seperti kanker rahim pada sang ibu
  • ·ukuran bayi tidak terlalu besar bila dibandingkan dengan ukuran panggul ibu

4. Cara Mengubah dan Menghindari Posisi Sungsang: Menggunakan Senter


Gunakanlah senter untuk mendapatkan perhatian bayi dalam rahim. Arahkan cahaya senter dari puncak rahim (bagian atas perut), kemudian bergerak kearah jalan lahir di bagian bawah. Sekelebatan cahaya yang bergerak cepat dapat menarik perhatian bayi sehingga kepala bayi dapat mengikuti cahaya tersebut menuju jalan lahir.

5. Cara Mengubah dan Menghindari Posisi Sungsang: Memutar Musik


Banyak yang mengatakan bahwa musik memang sangat bermanfaat bagi janin mulai dari tingkat kecerdasan hingga kesehatan. Selain itu dengan memutar musik juga dapat membuat bayi cenderung berada pada posisi normal. Cara melakukannya hampir sama dengan menggunakan senter, hanya saja musik yang anda putar melalui speaker diletakkan pada daerah dekat dengan jalan lahir (vagina) selama 10 menit, 6-8 kali sehari. Dengan cara ini, kepala bayi akan bergerak mencari suara musik yang menjadi stimulusnya untuk mendekat dan mendengarkan suara musik tersebut dan pada akhirnya bayi akan menempati posisi yang normal.

6. Cara Mengubah dan Menghindari Posisi Sungsang: Meminum Minuman Manis

Meminum minuman manis, seperti segelas jus jeruk yang mengandung banyak kandungan glukosa akan memberi energi tambahan bagi sang bayi untuk membuatnya aktif bergerak. Dengan aktifnya si bayi maka kemungkinan janin bergerak menuju posisi yang normal pun juga akan semakin tinggi.

7. Cara Mengubah dan Menghindari Posisi Sungsang: Tempelkan Benda Dingin

Dengan menempelkan benda dingin pada bagian kepala bayi akan membuat bayi menjauhi daerah dingin tersebut. Maka dari itu letakkanlah benda dingin tersebut dibagian atas perut sehingga kepala bayi akan menjauhi bagian atas perut tersebut dan mengarahkannya ke jalan lahir sang ibu.

8. Cara Mengubah dan Menghindari Posisi Sungsang: Berpikir Positif

Apa yang Anda pikirkan akan berpengaruh pada kondisi janin. Jangan merasa cemas dan takut secara berlebihan. Berusahalah untuk rilex dengan tetap berusaha dan berpikir juga yakin bahwa hal hal negatif dapat Anda hindari. Dengan selalu berpikir positif, bayi akan menerima sinyal positif dari Anda sehingga membuat bayi berputar ke posisi yang benar meskipun posisi bayi Anda sungsang.
Salah satu teknik berpikir positif adalah dengan melakukan relaksasi hypnobirthing. Relaksasi hypnobirthing dilakukan dengan cara mengajak bicara bayi Anda, minta tolong padanya lalu visualisasikan bayi bergerak turun dengan kepala yang sangat dalam masuk ke dalam panggul Anda minimal 2 kali sehari.


Selain cara diatas, Anda harus rutin melakukan kontrol ke dokter spesialis kandungan yang menangani Anda untuk mengetahui perkembangan dari si bayi sehingga Anda dapat melakukan tindakan pencegahan dan mengatasi posisi bayi sungsang ini, termasuk juga dengan melakukan USG untuk pendeteksian posisi bayi.



Sumber: http://allaboutfemale.com/8-cara-mengubah-dan-menghindari-posisi-sungsang/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar