Rabu, 28 Januari 2015

5 Fakta Menarik Tentang Otak Bayi


Banyak fakta menarik dari bayi yang mungkin belum Anda ketahui bahkan meski sebagai orang tuanya. Inilah 5 fakta menarik tentang otak bayi.

1. Otak bayi lebih aktif ketimbang punya Anda

Bayi terlahir dengan neuron-neuron yang jumlahnya mencapai 100 triliun. Selama setahun pertama, neuron-neuron itu akan terhubung satu dengan yang lainnya hingga mencapai dua kali lipat, menciptakan triliunan sinapsis, yang merupakan dasar anak Anda memahami dunia.

Baru setelah 12 bulan, otak bayi Anda akan membesar menjadi dua kali lipat ukuran semulanya. Dalam waktu yang singkat itu, begitu banyak koneksi saraf yang terbentuk. Masa-masa ini bisa Anda gunakan untuk mengajarkan sebanyak mungkin ilmu. Namun di saat yang sama, biarkan otaknya beristirahat selama tidur dan waktu bermain.
Hanya dengan mengamati dunia di sekitarnya, sudah cukup untuk merangsang otak mudanya.

2. Ingatannya jauh lebih baik dari perkiraan Anda

Bagian dari otak yang bertanggung jawab untuk ingatan, hippocampus , sudah 40 persen berkembang pada bayi yang baru lahir dan akan berkembang penuh pada usia 18 bulan. Itu mengapa bayi yang baru lahir akan mengenali suara ibunya dan suara lain yang sudah ia sering dengar dari rahim.

Coba trik ini: pada saat 1 bulan, bayi Anda akan ingat kapan saja Anda biasanya memberinya makan dan akan mulai mengharapkan disusui saat itu. Pada usia 4 bulan, bayi Anda akan dapat mengenali wajah Anda lebih cepat ketimbang wajah orang lain.
Memori seperti inilah alasan mengapa kita harus menyiapkan kegiatan-kegiatan rutin setiap harinya, yang kelak akan membantu bayi membentuk rutinitas harian. Mandi dan membaca buku sebelum tidur, misalnya, akan memicu memori bayi Anda di usia lebih besar.

3. Otak bayi memiliki banyak kesamaan dengan otak anjing

Bayi yang baru saja lahir belum mengerti bahasa. Dan pandangannya belum terlalu tajam- dia hanya dapat fokus pada objek yang berjarak 30 cm, seperti wajah Anda ketika Anda menggendongnya.

Jadi salah satu sumber informasi terpercaya yang dapat diproses bayi adalah aroma, salah satu akal utama dari anjing. Satu penelitian menemukan, bayi yang baru lahir yang mencium bau susu ibu mereka memiliki tingkat stress lebih rendah dibanding bayi yang meminum susu lain. Penelitian lain menemukan bahwa bayi yang menangis akan lebih cepat diam jika diberikan pakaian yang beraromakan seperti ibu mereka dibandingkan bayi yang diberikan pakaian tanpa aroma.

Dan secara sehat, bayi yang lahir cukup bulan dengan cara lahir normal, jika ditempatkan pada perut ibunya akan menggeliat ke arah payudara ibunya, mengikuti penciumannya ke arah sumber makanan, seperti anak anjing.

4. Otak bayi memperhatikan segala sesuatu

Disamping memiliki banyak sel otak, otak bayi memiliki jaringan lainnya saat lahir, yang membuatnya sulit menyaring rangsangan. Orang dewasa bisa dengan mudah mengeliminasi bunyi-bunyian tak penting seperti suara televisi atau suara orang batuk di kejauhan. Sayangnya, bayi tak punya kemampuan itu. Inilah yang membuatnya sangat mudah terbangun dari tidur.

Jika Anda ingin bayi berkonsentrasi pada hal yang ada di hadapannya, seperti menyusu atau makan, bawalah ke tempat yang tenang dan berpencahayaan remang-remang. Cara lain untuk mendapatkan perhatian bayi Anda, taruh wajah Anda tidak lebih dari 30 cm darinya dan bicara dalam parentese , yakni pengucapan kalimat dengan nada seperti bernyanyi. Penelitian menunjukkan variasi nada pada parentese mampu menangkap minat bayi dibanding nada bicara biasa.

5. Pelukan membuat otak bayi lebih besar

Bayi sehat yang menerima kasih sayang dan pelukan dari ibu selama waktu stres terbukti memiliki otak yang lebih besar dibanding bayi yang tidak mendapatkan banyak pelukan dari ibunya.

Penelitian dari Washington University di St. Louis mengamati pertumbuhan bagian dari otak yang bertanggung jawab untuk memori dan modulasi stres, yakni hippocampus, dan menemukan bahwa bentuk otak bayi lebih besar dan lebih berkembang pada bayi yang lebih banyak menerima pelukan dari ibu (penelitian ini tidak menguji pengaruh pelukan ayah).


Artinya, tidak ada pelukan yang berlebihan dengan bayi Anda. Jika dia merasa stres, seperti saat kedinginan, menangis, tak nyaman, dan lain sebagainya, jangan ditahan-tahan, Bunda. Segeralah memeluknya.


sumber: http://allaboutfemale.com/5-fakta-menarik-tentang-otak-bayi/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar