Selasa, 27 Januari 2015

CARA MENGETAHUI MASA SUBUR


Masa subur untuk setiap wanita berbeda-beda. Bagi pasangan yang ingin segera mendapatkan momongan, sebenarnya kegiatan bercinta yang dilakukan dan dinikmati dengan santai dan rileks, terutama biasanya Anda rasakan pada awal pernikahan, akan membantu Anda untuk lebih mudah meraih kehamilan. Namun saat kehamilan tersebut tak kunjung datang, maka ada baiknya jika anda mulai mengenali potensi kehamilan dengan menandai masa subur anda dengan tetap memperhatikan usia sebagai salah satu faktor yang memengaruhi kesuburan (baca artikel USIA OPTIMAL PEREMPUAN UNTUK HAMIL). Berikut cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui masa subur.

1. Cara Mengetahui Masa Subur: Siklus haid

Cara ini hanya dapat dilakukan jika seorang perempuan memiliki siklus haid yang teratur. Siklus haid adalah jarak hari pertama haid di suatu bulan ke bulan berikutnya. Siklus yang dianggap normal adalah antara 28-35 hari. Ketika haid terjadi, indung telur akan melepaskan satu atau beberapa telur, proses ini dikenal dengan istilah ovulasi. Lalu kemudian setiap pertengahan siklus haid telur-telur tersebut akan matang. Itulah masa tersubur anda. Sel telur hanya dapat bertahan di dalam tubuh selama 24 jam. Jadi, kesempatan sperma untuk membuahi sel telur hanya 24 jam. Untungnya, sperma bisa bertahan di dalam tubuh perempuan selama 24-72 jam. Sehingga sperma yang diejakulasikan 3 hari sebelum ovulasi masih mungkin bertahan hidup untuk melakukan pembuahan. Inilah sebabnya mengapa proses ini ditambahkan plus minus 3 hari dari perkiraan masa subur.

Sebagai contoh, jika anda memiliki siklus 30 hari, dengan hari pertama haid terakhir tanggal 1 juni, maka perkiraan haid berikutnya adalah tanggal 1 juli. Masa subur anda adalah 14 hari sebelum tanggal 1 juli, yaitu tanggal 16 juni. Jika anda sedang dalam program hamil, maka anda dan suami dianjurkan untuk bersenggama antara tanggal 13-16 juni. Lebih dianjurkan untuk bersenggama selang sehari, karena produksi sperma pada laki-laki terjadi setiap 48-72 jam sekali sehingga diharapkan kondisi sperma yang akan membuahi sel telur optimal.

2. Cara Mengetahui Masa Subur: Memeriksa Getah Lendir Leher Rahim (Serviks)

Masa subur dapat diketahui dengan mengamati perubahan kekentalan lendir yang keluar dari vagina. Lakukan pengamatan rutin setiap hari. Lendir yang keluar pada masa subur bentuknya terlihat seperti daun pakis, teksturnya lebih jernih, licin dan kental, bersifat kenyal, tidak terputus jika dipegang dan ditarik memanjang, serta lengket seperti agar-agar.

3. Cara Mengetahui Masa Subur: Mengukur Suhu Basal Tubuh

Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh yang diukur saat bangun tidur di pagi hari, sebelum turun dari tempat tidur dan beraktivitas. Menjelang dan segera sesudah ovulasi, biasanya suhu basal tubuh meningkat sekitar 0,5oC dari suhu hari-hari sebelumnya. Oleh karena itu, lakukan pengukuran suhu setiap hari selama 3 bulan. Catat data suhu sehingga membentuk kurva. Dengan mengamati pola kenaikan suhu tubuh, maka rentang masa subur anda dapat diketahui. Suhu diatas normal menunjukkan anda sedang dalam masa subur.

4. Cara Mengetahui Masa Subur: Pemeriksaan USG (Ultrasonografi)

Kadang-kadang dokter akan melakukan pemeriksaan usg secara berkala selama 3-5 hari berdasarkan siklus haid anda untuk mengetahui masa subur. Dari pemantauan ini dapat diketahui kapan sel telur mulai terbentuk di dalam indung telur, kapan sel telur menjadi matang, sampai kapan sel telur dikeluarkan. Jika pada pemeriksaan usg didapatkan folikel (cangkang sel telur di indung telur) berukuran di atas 18 mm, maka diperkirakan dalam 24-36 jam kemudian, anda akan mengalami ovulasi (pelepasan telur oleh indung telur). Cara ini cocok bagi anda dengan siklus haid yang tidak teratur.

5. Cara Mengetahui Masa Subur: Pemeriksaan Hormon LH dan Progesteron



Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan alat tes sederhana (contohnya fertitest) untuk tes kesuburan. Alat tersebut mengukur kadar hormon LH (Luteinizing Hormone atau hormon yang akan melonjak kadarnya di pertengahan siklus haid dan menyebabkan terjadinya ovulasi). Selain itu, pemeriksaan hormon progesteron juga bisa dilakukan untuk memastikan seseorang mengalami ovulasi serta menunjukkan masa subur.


Sumber: http://allaboutfemale.com/cara-mengetahui-masa-subur/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar